Rabu, 07 Desember 2011

Daur Hidup Produk

Peran Daur Hidup dalam Strategi Pemasaran

Daur hidup produk dapat memberikan indikasi tentang perkembangan suatu produk yang dapat diterima oleh konsumen. Ukuran yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah tingkat penjualan produk, di samping juga tingkat keuntungan. Daur hidup produk yang dapat dilalui oleh suatu produk secara normal meliputi empat tahap, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.

Atas dasar kondisi pada masing-masing tahap tersebut perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai. Perbedaan setiap tahap dalam daur hidup produk itu memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang dikembangkan didasarkan pada variabel bauran pemasaran dengan penekanan khusus pada salah satu variabel tertentu. Pada tahap perkenalan lebih diutamakan promosi, pada tahap pertumbuhan lebih diutamakan distribusi, pada tahap kedewasaan lebih diutamakan harga, dan pada tahap penurunan lebih diutamakan pengurangan biaya.

Tahap Perkenalan 


Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Dalam hal harga dan promosi menurut Arman dkk (2006), manajemen dapat melaksanakan satu dari empat strategi yang terdapat dalam gambar yaitu:

1. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk. Mungkin contoh dalam dunia ATPM motor seperti Ducati.

2. Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3. Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman. Mungkin seperti market New Blade.

4. Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

Tahap Pertumbuhan

Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

Tahap Kedewasaan

Perusahaan tidak lagi mengadakan perbaikan pada produknya atau usaha untuk meningkatkan penjualan, maka volume penjualan kadang cenderung tetap bisa juga turun. Strategi yang dapat diambil: 
a. Modifikasi Pasar yaitu perusahaan berusaha menemukan pembeli-pembeli baru bagi produknya.
b. Modifikasi Produk yaitu modifikasi dengan cara mengubah sifat-sifat produk yang dapat menarik pembeli baru.
c. Modifikasi marketing mix yaitu modifikasi yang dilakukan manajer, mempertimbangkan untuk mengubah elemen-elemen marketing mix untuk mendorong penjualan.

Tahap Kemunduran

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.


Sumber:
http://ardie182.blogspot.com/2009/10/peran-pemasaran-dalam-perusahaan-dan.html
https://triyantobanyumasan.wordpress.com/2011/10/26/strategi-pemasaran-tahap-perkenalan/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/siklus-hidup-produk-product-life-cycle_28.html
http://shelmi.wordpress.com/2010/01/08/strategi-pemasaran-pada-tahap-siklus-kehidupan-produk/








Sabtu, 03 Desember 2011

Strategi Penetapan Harga

Definisi Harga

Harga adalah Suatu nilai tukar atas manfaat produk (bagi konsumen maupun produsen) yang umunya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, rupe, yen, dll). Harga terbentuk dari kesepakatan dua pihak yaitu produsen dan konsumen. Produsen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberika manfaat keuntungan diatas biaya produksinya. Konsumen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberika manfaat atas pemenuhan kebutuhannya dan keinginannya (misalnya prestis, syarat pembayaran, dll). 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga

Perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor dalam menetapkan harga. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam menetapkan tingkat harga bagi produknya. Adapun faktor-faktornya sebagai berikut:
  • Kurva permintaan
  • Biaya
  • Persaingan 
  • Pelanggan
Namun dilain pihak ada yang berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal, meliputi:
1. Tujuan pemasaran (biaya, penguasaan pasar, dan usaha)
2. Strategi marketing-mix (aspek harga dan non harga)
3. Organisasi (struktur, skala, dan tipe)

Faktor eksternal, meliputi:
1. Elastisitas permintaan dan kondisi persaingan pasar
2. Harga pesaing dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga
3. Lingkungan eksternal yang lain, lingkungan mikro (pemasok, penyalur, asosiasi, dan masyarakat) maupun lingkungan makro (pemerintah, cadangan sumber daya, keadaan sosial, dsb).

Faktor Kunci yang Mempengaruhi Keputusan Harga
  • Biaya produksi 
  • Suplai persediaan 
  • Harga pesaing
Proses Penetapan Harga

Terutama untuk produk baru, penentuan harga perlu melalui prosedur beberapa langkah sebagai berikut:
1. Memilih tujuan dan orientasi harga
2. Memperkirakan permintaan produk dan perilakunya
3. Memperkirakan biaya dan perilakunya
4. Melakukan analisis perilaku pesaing
5. Menentukan strategi harga
6. Menyesuaikan harga akhir

Penentuan Harga Dasar dan Laba yang Diharapkan

Penentuan harga, meliputi:
1. Pendekatan supply dan demand 

2. Pendekatan yang berorientasi pada biaya
3. Pendekatan pasar

Penentuan Laba yang diharapkan yaitu tergantung pada tinggi rendahnya strategi bank serta target marketnya. 

Penentuan Harga Dasar dalam Kondisi yang Tidak Pasti

Perusahaan-peusahaan melakukan penetapan harganya dengan berbagai cara. Contohnya terdapat pada perusahaan-perusahaan kecil

Sumber:





 


Kamis, 01 Desember 2011

Perilaku Konsumen

Berbagai Faktor yang Memperbaiki Keputusan Beli
  • Kebudayaan 
  • Status sosial
  • Kelompok referensi kecil 
Struktur Keputusan Beli 
  • Keputusan tentang jenis produk
  • Keputusan tentang bentuk produk
  • Keputusan tentang merk
  • Keputusan tentang penjualannya 
  • Keputusan tentang jumlah produk 
Tahap-tahap dalam Proses Pembelian 
  • Menganalisa kebutuhan dan keinginan
  • Pencarian informasi dan penilain sumber-sumber
  • Penilaian dan seleksi terhadap alternatif pembelian 
  • Keputusan untuk membeli
  • Perilaku setelah pembelian
Berbagai Macam Situasi Pembelian

Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi: 
  • Perilaku Responsi Rutin
         Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang  berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.
  • Penyesalan Masalah Terbatas
          Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli.     
  • Penyelesaian Masalah Ekstensi
        Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya. 

Proses Keputusan Beli Industrial    
  • Keputusan yang kompleks
  • Pembelian formal
  • Membangun hubungan jangka panjang
  • Adanya aspek intra organisasi, inter organisasi dan hubungan internasional
Pendekatan Dalam Keputusan Beli Industrial
  • Tingkat wewenang bagian pembelian
  • Struktur wewenang
  • Kebijakan pembelian 
  • Kriteria pembelian 
Sumber:
http://wsmulyana.wordpress.com/2009/01/09/perilaku-konsumen/ , catatan kuliah pribadi