Selasa, 11 Maret 2014

Penalaran, Induktif, Deduktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan dengan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proporsi-proporsi yang sejenis, berdasarkan jumlah proporsi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proporsi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut dengan menalar.

Adapun ciri-cirinya:
  • Dilakukan dengan sadar
  • Didasarkan oleh sesuatu yang sudah diketahui
  • Sistematis
  • Berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu
  • Sifat analitik dari proses berpikirnya. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu.
Paragraf Induktif adalah paragraf yang berpola dari khusus ke umum, artinya paragraf yang diawali dengan beberapa kalimat penjelas kemudian ditarik kesimpulan yang berupa umum. Sehingga kalimat utamanya berada pada akhir paragraf.

Contoh Paragraf Induktif:
            Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel merangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian juga seniman akan menggoreskan lukisan didahului dengan imajinasinya ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi diperlukan dalam menciptakan suatu karya.

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat penjelas.

Contoh Paragraf Deduktif:
            Pemuda warga Desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk-duduk di pinngir jalan pada saat jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi para orang tua dan memberikan pengertian pentingnya belajar bagi anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul-kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 20.00.

Sumber:



Sabtu, 25 Januari 2014

iklan

Iklan adalah komunikasi nonpersonal informasi biasanya dibayar dan biasanya persuasif di alam tentang produk, jasa, atau ide oleh sponsor diidentifikasikan melalui berbagai media (Boove, 1992, hal 7)

Ini ada 3 contoh iklan yang menurut saya menarik dan cukup membuat saya untuk menggunakan produk tersebut:

Iklan yang pertama : Cat Nippon Paint, kenapa saya cukup tertarik dan ingin menggunakan produk ini. Karna kebetulan, saya suka mendesign kamar saya sendiri, mulai dari hal untuk warna cat kamar, dan pada iklan tersebut menggambarkan kelebihan produk Nippon Paint yang ramah lingkungan, mudah untuk dibersihkan, dan dengan banyaknya pilihan warna.

Iklan yang kedua : Multi vitamin Sakatonik ABC, alasan saya tertarik dengan produk ini, karna ketika saya kecil saya mengonsumsi produk ini, dan setelah saya mengonsumsi produk ini memang banyak manfaat yang saya rasakan, salah satunya lebih berkonsentrasi dalam belajar, badan lebih segar, aktif. Dan iklan Sakatonik ABC dari tahun ke tahun selalu menarik.

Iklan yang ketiga : Royko, alasan saya tertarik dan menggunakan produk ini karna saya coba-coba masak dirumah, dan menurut saya produk ini sangat membantu saya dalam membuat beberapa masakan.

Jumat, 27 Desember 2013

lifestyle atau trend

Produk yang sedang trend saat ini menurut saya BB Cream. Banyak berbagai macam merk dagang yang menjual BB Cream, contohnya saja The Body Shop, Maybelline, Etude, dan yang lainnya. Kebanyakan yang menggunakan BB Cream perempuan, tapi saat ini laki-laki pun ada yang menggunakan BB Cream, ya karena salah satu fungsinya untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Banyak faktor mengapa banyak yang memilih untuk menggunakan BB Cream, bisa karena faktor persepsi, Interest, Opinion.

Sebelum kita membahas kenapa banyak yang menggunakan BB Cream terutama perempuan, sebaiknya kita mengetahui sedikit apa itu BB Cream. BB Cream pertama di kembangkan di Jerman pada tahun 1950 oleh dokter kulit bernama Christine Schrammek untuk pasien setelah mereka telah selesai perawatan seperti facial. BB (Blemish Balm) Cream dirancang untuk menenangkan kulit sambil menyamarkan kemerahan dengan warna berwarnanya. 30 tahun kemudian, BB Cream diperkenalkan ke pasar Korea, lalu dengan cepat menjadi populer di seluruh Asia. Selebriti Korea menjadi terobsesi dengan produk, menghubungkan ke kulit mulus mereka dan menyebutnya sebagai "keajaiban krim".

Pada dasarnya BB Cream menawarkan perlindungan matahari yang kuat, mencegah jerawat, dan mengandung anti penuaan, bersifat menenangkan kulit wajah. BB Cream bisa membuat kulit wajah bersinar dan terlihat putih bersih, mendorong regenerasi kulit untuk menciptakan dan memelihara kulit tetap awet muda, mengandung UV perlindungan untuk kulit sehat.

Kalau diamati para pengguna yang kebanyakan perempuan, karena faktor persepsi, dimana mereka dapat menyimpulkan sendiri bagaimana tentang si produk BB Cream dari hasil informasi dan pengalaman terhadap rangsangannya.


Sumber:
http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2012/10/19/manfaat-bb-cream-502333.html

Sabtu, 09 November 2013

perilaku konsumen

Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah :

Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu : 

  • Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.  
  • Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya. 
  • Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.  
  Menurut Kotler dan Armstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal. 

  • Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategi, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. 
 
  • Faktor internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal
adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu. 
 
Seperti contohnya teman saya Eliza, dia suka sekali dengan barang-barang apapun yang berhubungan dengan elmo. Beberapa barang yang dibeli seperti: boneka, baju, asesoris, marchandise, dan sebagainya yang berkaitan dengan elmo. Faktor dasar eliza membeli atau mengkonsumsi tersebut karena faktor internal yaitu persepsi yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan suka atau tidak suka seseorang akan suatu hal. 

contoh lainnya, furi. Dia suka sekali membeli kosmetik, contohnya alas bedak, bedak, lipstik, eye shadow, blush on, maskara, eye liner, dan peralatan kosmetik lainnya. Faktor dasar furi membeli atau mengkonsumsi tersebur karena faktor eksternal yaitu kelompok sosial, yang menjadi rujukan dalam berfikir, bertindak, merasa, dan berperilaku seseorang dalam melakukan konsumsi. 

contoh lainnya, saya. Saya suka membeli sepatu, contohnya heels, flat shoes, sepatu sport dan lainnya. Faktor dasar saya membeli atau mengkonsumsi barang tersebut yaitu faktor internal persepsi dan faktor eksternal nilai-nilai budaya dan etnis. 

 

Kamis, 17 Oktober 2013

Perilaku Konsumen

Assalamualaikum wr. wb...
Nama saya Syifah Fauziah, biasa dipanggil syifa atau ipeh. Sekarang saya tingkat 3 Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Gunadarma. Pola Konsumtif saya, biasanya saya suka banget ke salon, entah memang sedang butuh perawatan atau bahkan sekedar iseng. Saya seneng banget lama-lama disalon, kaya ngasih kesenangan sendiri aja. Biasanya saya ngeluangin waktu seenggaknya untuk ke salon 1-2 minggu sekali atau bahkan lebih. Biasanya perawatan yang rutin sekali saya lakuin itu hair spa, manicure, pedicure, waxing, ear candle, massage, lulur dan kegiatan salon lainnya hehe. Nah selanjutnya saya mau ceritain juga tentang temen saya namanya Mursidah biasanya dipanggil ida. Pola konsumtif yang biasanya ida lakuin, beli asesoris. Kalau kita lagi jalan, pasti ada aja asesoris yang dibeli sama ida. Sampe kadang-kadang kalau ngeliat asesoris yang dibeli ya mirip sama asesoris yang dibeli sebelum-belumnya (ya maklum deh ya cewe, emang suka begitcuuuh hahaha)... Nah selanjutnya Astri alias troy. Troy seneng banget beli baju, flatshoes, tas, atau apapun yang berbau fashion, ya kegiatan belanjanya troy minimal sebulan sekali pasti ada aja barang-barang kaya yang disebutin tadi buat dibeli sama troy. Selanjutnya Chandra arisandy nugroho alias chane. Nah chandra seneng banget koleksi barang-barang yang berbau Jepang. Mulai dari asesoris, baju, merchandise dan barang-barang yang keJepang-Jepangan. Mungkin cukup kali yaaaaa:)

Senin, 10 Juni 2013

Foreign Bank



Citibank N.A

Citibank NA, Indonesia Branch ("Citibank") is a subsidiary of Citibank, NA is headquartered in New York, USA Citigroup Inc. ("Citigroup") fully owns by Citibank, NA was first time present in Indonesia in 1918 through its predecessor company, The International Banking Corporation in Batavia and Surabaya. Although the branch was closed in late 1920, Citibank is back in Jakarta in 1968 and offers a range of banking services.

Global Consumer Group is one of the main business at Citibank Indonesia managing consumen financial services market. Consists of four business groups, namely banking services (Retail Banking), Credit Card, Credit unsecured personal loans, and Citifinancial. Citibank in Indonesia operates 19 retail subsidiary and 102 atm in six major cities in Indonesia, specifically Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang and Denpasar.

Citibank has expertise in the areas of Wealth Management which provides financial consulting services in order to grow and customer assets are protected. Understanding that every individual have different needs and financial objectives, then helped formulate financial solutions in order to achieve the aspired goals.

Citibank has the innovative products and complete products, start saving up to traditional mutual funds and bancassurance. In short, Citibank utilizing expertise and international network.

Wealth management banking that we have a world-class service that prioritizes personal service. Citibank has a dedicated team of relationship management that will assist in determining strategies to develop and protect the investment in accordance with the risk profile of each customer.

Job conditions


Job Conditions
Worker’s rating
Manager’s rating
Analysis
Full appreciation for work done
10
10
An appreciation could given if workers have a well done job, it’s a personal efforts not a universal
Feeling “in” on things
2
2
It means that workers would be like to so their job almost without a trouble, that’s why this is one of important things to job condition
Symphatetic understanding of personal problem
6
6
Worker know how to positioning their own problem while working, it’s depend on their emotional experience
Job security
7
4
Not all organization have a good job security, this is a personal security for working is more important
Good wages
3
7
After interest work and feeling in, wages will improve quality of workerin their job
Interisting work
1
1
Because interest a work will affect to high loyality so the organizations progress will successful immediately
Promotion & Growth with company
9
9
It’s usually a team work that decided growth, meanwhile falling an individualist
Management loyalty to workers
8
8
A good loyality management is hard to get, because it’s depend on workers work done
Good working conditions
5
5
Well condition would be a moodmaker for worker to do their job, if their interest in their job but they not comfortable in working condition, it’s no use
Diciplind
4
3
Comfortable behavior of working decided in workers diciplind, so diciplind is good point of good working